Sahabat beib, mas nug, merayakan first anniversary pernikahannya tanggal 7 Oktober lalu. Hanya saja, kami semua lupa hal itu. Hingga akhirnya, mas nug sendiri yang datang ke rumah dan mengeluarkan sindiran halus. “Udah merit satu tahun kok ga ada yang nyelametin… nasib…nasib…”
Mendengar perkataan mas nug, saya dan beib lantas saling berpandangan dan tertawa. Kami lantas berjanji akan berkunjung ke rumah baru mereka. Kebetulan, sahabat beib yang lain, mas bobo dan istri, berencana bergabung. Kami lantas memberitahu istri mas nug, Mala yang akhirnya berjanji akan masak-masak jika kami datang.
Kami datang di hari yang sudah ditentukan. Mala masak pasta sebagai menu makan malam. Lumayan juga meski pedas. Hihihi… Lucunya, acara kunjungan terbagi dua kelompok yakni kelompok istri dan kelompok suami.
Kami ga tau apa yang dibicarakan para suami. Yang pasti, kami membicarakan suami masing-masing. Lucu juga mendengar keluhan dan sanjungan tentang sikap suami masing-masing. “Kalo suamiku, orangnya tuh ga mau dengar pendapat istri… tapi nanti dia juga yang nyesal… bla bla bla…” demikian curhatan salah seorang teman saya. Pernyataan itu juga ditimpali oleh teman saya yang lain. “Iya mba bener… Kadang kita kesel juga ya ngeliat sikap suami kaya gitu.”
Hahahaha… memang, meski mama saya pernah melarang menceritakan kejelekan suami kepada orang lain, tapi, pada momen itu semuanya terasa benar dan tidak ada yang salah. Sehabis curhat, kami bahkan bisa tertawa lepas. Mmmm, kayanya harus ada curhat-curhatan sesi dua neh…


